Tanda Gejala Penyakit Stroke
Penyakit stroke
adalah penyakit yang menyerang sistem syaraf. Sistem syaraf merupakan
suatu system yang mempunyai fungsi mengatur seluruh tubuh dengan
melakukan koordinasi dan juga bekerja sama antar system tubuh. Penyakit
stroke adalah penyakit yang ditandai dengan tanda gejala penyakit
stroke kehilangan fungsi otak karena terhentinya suplai darah ke otak.
Stroke merupakan peringkat kedua dari penyebab kematian dengan
mortalitas 18%-37%. Penyakit stroke ini merupakan salah satu dari
adanya penyebab kematian dan juga kecacatan neurologis yang utama yang
di Indonesia. Serangan stroke otak ini merupakan kegawatdaruratan medis yang harusnya ditangani secara cepat, tepat dan juga cermat.
Penyakit stroke ini sangat menghantui dan sangat dihantui. Betapa tidak, mereka yang dinyatakan dengan kondisi fisiknya sehat oleh dokter, secara mendadak bisa terserang penyakit stroke tanpa pandang buluh, baik pria maupun wanita, tua atau muda. Serangan stroke ini bisa terjadi jika pembuluh darah yang bisa membawa ke daerah otak pecah atau mengalami sumbatan atau karena terjadinya gangguan sirkulasi pembuluh darah yang menyediakan darah ke otak.
Tanda gejala penyakit stroke ini bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang menderita penyakit-penyakit berbahaya misalnya adalah penyakit darah tinggi, kencing manis, penyakt jantung, kadar kolesterol yang tinggi, trigliserida tiinggi, pengerasan yang terjadi pada pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah, obesitas dan juga hal yang lainnya. Akan tetapi, pada umumnya stroke riskan terjadi pada penderita penyakit hipertensi.
Serangan dari tanda gejala penyakit stroke yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang mempengaruhi dari munculnya suatu kerusakan dinding pembuluh darah sehingga dinding pembuluh d arah ini menjadi tidak merata. Akibatnya, zat-zat yang larut ini seperti kolesterol, kalsium dan lain sebagainya akan mengendap pada dinding pembuluh darah terjadi dalam waktu lama, akan mengakibatkan suplai darah ke otak menjadi berkurang, bahkan terhenti yang selanjutnya menimbulkan stroke.
Penyakit stroke ini sangat menghantui dan sangat dihantui. Betapa tidak, mereka yang dinyatakan dengan kondisi fisiknya sehat oleh dokter, secara mendadak bisa terserang penyakit stroke tanpa pandang buluh, baik pria maupun wanita, tua atau muda. Serangan stroke ini bisa terjadi jika pembuluh darah yang bisa membawa ke daerah otak pecah atau mengalami sumbatan atau karena terjadinya gangguan sirkulasi pembuluh darah yang menyediakan darah ke otak.
Tanda gejala penyakit stroke ini bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang menderita penyakit-penyakit berbahaya misalnya adalah penyakit darah tinggi, kencing manis, penyakt jantung, kadar kolesterol yang tinggi, trigliserida tiinggi, pengerasan yang terjadi pada pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah, obesitas dan juga hal yang lainnya. Akan tetapi, pada umumnya stroke riskan terjadi pada penderita penyakit hipertensi.
Serangan dari tanda gejala penyakit stroke yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang mempengaruhi dari munculnya suatu kerusakan dinding pembuluh darah sehingga dinding pembuluh d arah ini menjadi tidak merata. Akibatnya, zat-zat yang larut ini seperti kolesterol, kalsium dan lain sebagainya akan mengendap pada dinding pembuluh darah terjadi dalam waktu lama, akan mengakibatkan suplai darah ke otak menjadi berkurang, bahkan terhenti yang selanjutnya menimbulkan stroke.
Posted in Gejala Stroke
Tagged apa itu stroke, cara mengobati stroke, gaya hidup sehat, gejala awal stroke, gejala kolesterol, gejala kolesterol tinggi, gejala penyakit stroke, gejala stroke, gejala stroke dan pencegahannya, gejala stroke mata dan cara mencegahnya, gejala stroke ringan, gejala-gejala stroke, kelainan hemostatis, mencegah stroke, penyembuhan stroke, stroke adalah, stroke hemoragik, stroke iskemik, stroke ringan, tanda dan gejala stroke, terapi stroke
Leave a comment
Stroke Mayor dan Minor
STROKE
Stroke Mayor dan Minor dapat mengancam jiwa seseorang, dan dapat terjadi karena ada gangguan suplai darah pada sebagian atau seluruh organ otak.Gangguan sirkulasi darah disebabkan karena darah dalam arteri yang menuju otak membeku. Selain itu bisa jadi karena penyempitan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh aorta pada otak. Otak harus menerima jumlah yang cukup suplai darah untuk dapat melakukan fungsinya. Bila terjadi gangguan dalam sirkulasi darah di otak maka akan berakibat fatal bagi penderita Gejala Stroke.
STROKE MAYOR
Gejala:
Bawa segera korban ke dokter
Stroke Mayor dan Minor dapat mengancam jiwa seseorang, dan dapat terjadi karena ada gangguan suplai darah pada sebagian atau seluruh organ otak.Gangguan sirkulasi darah disebabkan karena darah dalam arteri yang menuju otak membeku. Selain itu bisa jadi karena penyempitan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh aorta pada otak. Otak harus menerima jumlah yang cukup suplai darah untuk dapat melakukan fungsinya. Bila terjadi gangguan dalam sirkulasi darah di otak maka akan berakibat fatal bagi penderita Gejala Stroke.

Gejala:
- Tiba-tiba kepala sakit
- Pingsan dengan tiba-tiba, mati rasa pada bagian muka, lengan, lutut salah satu bagian tubuh dan mulut tidak simetris
- Sulit berbicara
- Kemungkinan tidak sadarkan diri atau bingung
- Tiba-tiba terjatuh
- Pandangan Kabur
- Pupil mata berbeda ukurannya
- Sulit bernapas, sulit mengunyah, bicara dan menelan
- Tidak dapat mengontrol buang air kecil atau BAB
- Denyut nadi terasa kuat dan justru melemah
- Bawa ke pertolongan medis (doktor)
- Buka jalan pernapasan, lakukan pernapasan buatan
- Pastikan korban diletakkan pada permukaan yang rata bersihkan mulut dan jalan napas dari muntahan atau cairan.
- Tengadahkan kepala korban dengan meletakkan telapak tangan pada dahi dan jari tangan lain mendorong ke atas bagian dagu korban.
- Pencet hidung korban dengan menggunakan ibu jari Anda, kemudian ambil napas dalam-dalam, letakkan mulut anda pada mulut korban yang terbuka, tiup dengan cepat 2 kali.
- Hentikan tiupan bila dada korban sudah mengembang. Lepaskan mulut anda dari mulut korban, kemudian dekatkan telingan anda ke hidung korban untuk mendengarkan hembusan napasnya.
- Perhatikan dada korban apakah ada gerakan naik turun pertanda ia bernapas.
- Ulangi prosedur pemberian napas buatan ini sampai korban benar-benar bernapas sendiri.
- Letakkan korban dalm posisi miring untuk mengeluarkan sekresi pada mulutnya
- Selimuti korban agar lebih nyaman
- Usahakan korban diam
- Gunakan kain basah /dingin untuk menyeka bagian kepala
- Usahakan korban setenang mungkin
- Jangan memberu minuman atau makanan karena dapat menyebabkan muntah dan tersedak
- Gejala:
- Bingung
- Pusing
- Sulit Bicara(Sedikit Sulit Bicara)
- Otot-otot melemah
Bawa segera korban ke dokter
Terapi Stroke
Penyakit stroke
adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami
gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan
otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu
adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah
yang pecah.Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses
penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit
(arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah
(atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan
kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 – 40
tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress,
penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang
tidak sehat.Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Kolesterol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).
Beberapa gejala dari penyakit stroke bervariasi tergantung dari gejal awal yang dirasakan pada penderita stroke. Gejala umum stroke adalah :
1. Rasa baal atau mati yang hilang secara mendadak pada muka, tangan, dan kaki
2. Rasa bingung seperti seseorang yang kehilangan pandangan, menjadi sulit berbicar atau berbicara pelo.
3. Pada beberapa pasien stroke ada yang kehilangan penglihatan satu mata atau yang disebut dengan stroke mata.
4. Mendadak mengalami suatu kesulitan berjalan dan kehilangan keseimbangan.
Penderita penyakit stroke umumnya dapat diobati baik dengan pengobatan secara medis maupun dengan melakukan terapi stroke yang disarankan atau dianjurkan oleh dokter ahli saraf. Rehabilitasi penderita stroke biasanya melibatkan terapi fisik, terapi wicara dan terapi kerja. Dalam pengobatan modern, terapi pijat jarang dilakukan sebagai salah satu terapi pilihan. Namun, beberapa ahli pengobatan alternatif mengklaim dapat merehabilitasi penderita pasca stroke menjadi normal kembali. Secara ilmiah, memang belum ada bukti yang solid mengenai efek langsung pijat pada pasien pasca stroke. Para ahli medis bersilang pendapat mengenai manfaatnya.
Penanganan Dalam Stroke
Penanganan pasien stroke secara khusus diberikan dengan jenis strokenya, yaitu stroke iskemik dan stroke perdarahan.- Stroke iskemik
- Obat antitrombolitik R-tPA dan urokinase yang diberikan secara intravena. Obat ini berfungsi untuk menghancurkan thrombus-thrombus di dalam pembuluh darah otak. Obat ini berfungsi untuk mencegah terjadinya thrombus yang akan mempersempit lumen pembuluh darah.
- Obat antikoagulan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya gumpalan darah dan embolisasi thrombus, misalnya heparin, coumarin, dicomarol oral. Obat ini terutama diberikan pada penderita stroke yang mengalami kelainan jantung. Efek samping obat ini dapat terjadi trombositopenia yang dapat mengakibatkan perdarahan sehingga harus dilakuakn kontrol hitung jumlah trombosit setiap harinya.
- Obat yang berfungsi sebagai neuroproteksi atau melindungi organ otak yang bekerja menghambat masuknya kalsium yang berlebihan ke dalam sel otak.
- Antagonis glutamat yang bekerja mengikat glisin pada reseptor glutamat.
- Obat yang berfungsi untuk mencegah kerusakan membran sel otak.
- Stroke perdarahan
Terapi konservatif meliputi :
- Melakukan perawatan secara intensif
- Mempertahankan fungsi vital (pernapasan dan sirkulasi)
- Memberikan obat sedatif dan penghilang nyeri
- Bed rest atau tirang baring atau istirahat di tempat tidur
- Terapi udema otak
- Terapi antihipertensi
- Terapi defisit neurologis iskemik akibat vasospasme
- Antifibrinolisis dan
- Rehabilitasi
- Terapi bicara
- Fisioterapi
- Psikoterapi
Pencegahan Stroke
Untuk bisa melakukan pencegahan stroke tentu saja kita harus tahu penyebab terjadinya stroke. Faktor risiko yang terbanyak adalah hipertensi, diabetes, kadar kolesterol tinggi,
kekakuan pembuluh darah dan penyakit jantung. Pencegahan stroke dapat
dilakukan dengan menjalankan gaya hidup sehat, seperti pola makan
sehat, tidak merokok, olahraga teratur, menjaga berat badan dan
mengendalikan stres. Pola pencegahan ini sesuai dengan perilaku hidup
yoga, sehingga tidak mustahil untuk dikatakan bahwa yoga bisa mencegah
terjadinya stroke. Untuk rehabilitasi pasca stroke, dapat dilakukan
pranayama dan latihan asana ringan. Menjalani pola makan sehat dan
meditasi juga sangat bermanfaat.Prinsip penanganan atau penatalaksanaan pasein stroke bersifat supotif yaitu membantu dlaam mengurangi luas kerusakan otak yang sudah terjadi dan menecegah semakin meluasnya keruskaan otak akibat iskemik atau perdarahan.
Penanganan atau penatalaksanaan serta pencegahan pasien stroke dapat diaplikasikan dengan langkah-langkah berikut :
1. Langkah pertama
- Airway
Bebaskan jalan napas pasien. Hal ini berfungsi untuk memastikan oksigen masuk ke dalam tubuh pasien, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran. Pasien tersebut segera diletakkan dengan posisi terlentang, eher di sanggah sampai hperekstensi maksimal.
- Breathing
Jika pasien tidak bernapas atua terjadihenti napas maka diberikan oksigen 4 liter/menit melalui hidung. Jika tidak terdapat oksigen dapat diberikan bantuan napas buatan dari mulut ke mulut. pasien pun segera dibawa kerumaha sakit untuk secepatnya mendapatkan pertolongan.
- Circulation
Di rumah sakit, hal-hal di atas juga dilakukan. Perbaikan sirkulasi dan perfusi ke otak dengan cara mempertahankan jantung dan tekanan darah juga dilakukan. Pemantauan EKG dilakukan dalam 24 jam pertama dan pasien langsung diinfus dnegan NaCl 0,9%.
2. Langkah kedua
Melakukan penilaian defisit neurologis dengan mempertimbangkan seberapa berat gangguan neurologis yang terjadi dan apakah gangguan neurologis tersebut masih akan memburuk atau membaik.
3. Langkah ketiga
Menentukan jenis stroke dengan penilaian skoring dan pemeriksaan penunjang.
4. Langkah keempat
Langkah keenpat merupakan penatalaksanaan suportif. Hal ini dilakukan agar kondisi fisik pasien cepat membaik. Sebagai contoh, elevasi kepala 30◦ untuk mengurangi peningkatan tekanan intrakranial, badan pasien dibolak-balik untuk menghindari terjadinya dekubitus di punggung dan pinggang. Selain itu dilakukan kontrol tekanan darah secara kontinyu. Kontrol kadar gula darah, kolesterol dan fungsi jantung selalu dilakukan dan diawasi dalam 48 jam pertama pascastroke.
Gejala Stroke Mata Dan Cara Mencegahnya
Keluhan berupa penglihatan yang tiba-tiba kabur atau menghilang adalah salah satu gejala dari stroke mata.
Menurut Dr. Ratu Jelita, SpM, gejala CRAO (Central Retinal Artery
Occlusion)-sumbatan ada di pusat-umumnya penglihatan akan menjadi buram
atau gelap mendadak tanpa disertai nyeri. Sedangkan BRAO (Branch
Retinal Artery Occulusion)-sumbatan berada di arteri cabang-terjadi
penurunan ketajaman penglihatan yang tidak terdeteksi oleh pasien atau
juga bisa terjadi hilangnya lapang pandang penglihatan tanpa rasa sakit.
Gambaran : Stroke mata
Pasalnya, ancaman komplikasi yang ditimbulkan gangguan ini tidaklah remeh. “Sumbatan pada retina mata bisa menimbulkan komplikasi berupa glaucoma, terutama jika disebabkan oleh CRAO. Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah hilangnya fungsi penglihatan secara menyeluruh di kedua mata atau sebagian mata dan stroke, jika diketahui memiliki kesamaan faktor yang menyebabkannya.
Stroke mata tentunya merupakan serangan penyakit stroke yang berbahaya ada yang bisa menyebakan kebutaan total atau kebutaan ringan. Untuk langkah pencegahan yang paling utama adalah dengan memeriksakan mata jika terjadi suatu gangguan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan mencegah terjadinya gangguan pada pembuluh darah, salah satunya penyakit arteri koroner yang selanjutnya dapat mengurangi risiko terjadinya oklusi arteri retina, diantaranya:
1. Menjaga tekanan darah sistolik di bawah 120 mmHg dan tekanan darah diastolik di bawah 80 mmHg.
2. Olahraga misalnya jalan atau berenang, minimal 30 menit sehari. Bila itu masih sulit, lakukan aktivitas fisik sehari-hari secara cukup, misalnya melakukan pekerjaan rumah tangga, mengutamakan naik tangga daripada menggunakan lift, memarkir mobil/motor agak jauh dari lobi kantor /tempat lain agar seseorang memiliki kesempatan untuk berjalan kaki lebih banyak.
3. Menjaga berat badan ideal dengan mengkonsumsi makanan dan zat gizi berimbang, seperti :
- Makan makanan berserat, seperti sayur dan buah
- Kurangi garam, karena penggunaan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah
- Hindari konsumsi alkohol
- Stop merokok dan hindari asap rokok
Gambaran : Stroke mata
Oklusi yang terjadi pada arteri retina
bisa hanya berlangsung beberapa detik atau menit, namun mungkin juga
terjadi secara permanen. Untuk memastikan kondisi pasien biasanya
dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengevaluasi retina,
diantaranya ;angiografi fluoresensi, pemeriksaan tekanan intraokular,
melihat bagaimana refleks pupil, foto retina dan pemeriksaan lapang
pandang.
Sehingga jika individu mengalami kehilangan penglihatan atau
penglihatan yang kabur secara tiba-tiba, seharusnya langsung melakukan
konsultasi dengan dokter. Dr. Jelita mewanti-wanti setiap orang segera
memeriksakan diri ke dokter spesialis mata jika ada sesuatu yang tidak
beres dengan matanya.Pasalnya, ancaman komplikasi yang ditimbulkan gangguan ini tidaklah remeh. “Sumbatan pada retina mata bisa menimbulkan komplikasi berupa glaucoma, terutama jika disebabkan oleh CRAO. Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah hilangnya fungsi penglihatan secara menyeluruh di kedua mata atau sebagian mata dan stroke, jika diketahui memiliki kesamaan faktor yang menyebabkannya.
Stroke mata tentunya merupakan serangan penyakit stroke yang berbahaya ada yang bisa menyebakan kebutaan total atau kebutaan ringan. Untuk langkah pencegahan yang paling utama adalah dengan memeriksakan mata jika terjadi suatu gangguan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan mencegah terjadinya gangguan pada pembuluh darah, salah satunya penyakit arteri koroner yang selanjutnya dapat mengurangi risiko terjadinya oklusi arteri retina, diantaranya:
1. Menjaga tekanan darah sistolik di bawah 120 mmHg dan tekanan darah diastolik di bawah 80 mmHg.
2. Olahraga misalnya jalan atau berenang, minimal 30 menit sehari. Bila itu masih sulit, lakukan aktivitas fisik sehari-hari secara cukup, misalnya melakukan pekerjaan rumah tangga, mengutamakan naik tangga daripada menggunakan lift, memarkir mobil/motor agak jauh dari lobi kantor /tempat lain agar seseorang memiliki kesempatan untuk berjalan kaki lebih banyak.
3. Menjaga berat badan ideal dengan mengkonsumsi makanan dan zat gizi berimbang, seperti :
- Makan makanan berserat, seperti sayur dan buah
- Kurangi garam, karena penggunaan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah
- Hindari konsumsi alkohol
- Stop merokok dan hindari asap rokok
Posted in Gejala Stroke
Tagged apa itu stroke, cara mengobati stroke, gaya hidup sehat, gejala awal stroke, gejala penyakit stroke, gejala stroke, gejala stroke dan pencegahannya, gejala stroke mata dan cara mencegahnya, gejala-gejala stroke, stroke adalah, tanda dan gejala stroke, tentang stroke
Leave a comment
Gejala Awal Serangan Stroke
Stroke
adalah manifestasi dari rusaknya struktur jaringan otak sebagai akibat
rusaknya pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak dengan berbagai
sebab. Penyebabnya bisa berasal dari pembuluh darah di otak ataupun
darah yang mengalir di dalamnya. Pengobatan stroke membutuhkan
keterlibatan keluarga atau orang sekitar yang paham terhadap gejala
stroke, baik gejala awal serangan stroke ringan maupun gejala stroke
berat. Gejala stroke bergantung pada lokasi tersumbatnya atau pecahnya darah tersebut.
Saat stroke menyerang, gejala awal serangan stroke pertama-tama bagian sistem saraf pusat mengalami kelemahan otot (hemiplegia), kaku, dan menurunnya fungsi sensorik. Bagian batang otak, dimana terdapat 12 saraf cranical mengalami kerusakan yang menyebabkan menurunnya kemampuan membaui, mengecap, mendengar, melihat, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernapasan dan detak jantung terganggu, lidah lemaj, kesulitan berbicara, daya ingat menurun, dan kebingungan.
Jika tanda-tanda dan gejala awal serangan stroke tersebut hilang dalam waktu 24 jam, maka dinyatakan sebagai transient ischemic attack (TIA) yang merupakan serangan stroke ringan atau serangan awal stroke.
Kemudian terdapat fase-fase akut bagi pasien selang beberapa hari
setelah terserang stroke. Dalam pekan pertama, kemungkinan terserang
stroke lagi sangat besar. Hal itu kemungkinan dengan meluasnya jaringan
otak yang lumpuh, sehingga gejala stroke
bertambah berat dalam lima hari pertama. Dalam lima hari sampai dengan
tujuh hari, apabila gejala yang dialami pasien bertambah buruk, maka
kondisi ini sering disebut sebagai “evolusi stroke” (stroke in
evolution).
Bertambah buruknya gejala syroke pada pasien bisa dilihat misalnya dari mulut yang tadinya normal menjadi mencong, anggota gerak pada tubuh menjadi lemah, atau semakin sulit berbicara. Hal itulah yang mengharuskan adanya perhatian akan golden time. Jika pasien segera ditangani, hal ini tidak akan terjadi. Agar gejala stroke tidak berkembang menjadi bertambah buruk, maka sebisa mungkin emosi pasien harus dijaga. Selain itu, oksigenasi ke otak pun harus dijaga. Orang yang pernah terkena stroke, memiliki resiko terserang stroke lagi sebesar 50 persen. Mirisnya lagi, biasanya trauma cacatnya akan bertambah buruk. Sebab, bagian otak yang terkena pada serangan pertama belum sembuh. Jadi bisa dikatakan bahwa serangan kedua umunya lebih berat. Biasanya serangan pertama yang terjadi pada pasien itu lebih sebagai sinyalnya saja.
Saat stroke menyerang, gejala awal serangan stroke pertama-tama bagian sistem saraf pusat mengalami kelemahan otot (hemiplegia), kaku, dan menurunnya fungsi sensorik. Bagian batang otak, dimana terdapat 12 saraf cranical mengalami kerusakan yang menyebabkan menurunnya kemampuan membaui, mengecap, mendengar, melihat, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernapasan dan detak jantung terganggu, lidah lemaj, kesulitan berbicara, daya ingat menurun, dan kebingungan.
Jika tanda-tanda dan gejala awal serangan stroke tersebut hilang dalam waktu 24 jam, maka dinyatakan sebagai transient ischemic attack (TIA) yang merupakan serangan stroke ringan atau serangan awal stroke.

Bertambah buruknya gejala syroke pada pasien bisa dilihat misalnya dari mulut yang tadinya normal menjadi mencong, anggota gerak pada tubuh menjadi lemah, atau semakin sulit berbicara. Hal itulah yang mengharuskan adanya perhatian akan golden time. Jika pasien segera ditangani, hal ini tidak akan terjadi. Agar gejala stroke tidak berkembang menjadi bertambah buruk, maka sebisa mungkin emosi pasien harus dijaga. Selain itu, oksigenasi ke otak pun harus dijaga. Orang yang pernah terkena stroke, memiliki resiko terserang stroke lagi sebesar 50 persen. Mirisnya lagi, biasanya trauma cacatnya akan bertambah buruk. Sebab, bagian otak yang terkena pada serangan pertama belum sembuh. Jadi bisa dikatakan bahwa serangan kedua umunya lebih berat. Biasanya serangan pertama yang terjadi pada pasien itu lebih sebagai sinyalnya saja.
Posted in Gejala Stroke
Tagged apa itu stroke, cara mengobati stroke, gaya hidup sehat, gejala awal stroke, gejala kolesterol, gejala kolesterol tinggi, gejala penyakit stroke, gejala stroke, gejala stroke awal, gejala stroke dan pencegahannya, gejala stroke ringan, gejala-gejala stroke, mengatasi gejala stroke, mengatasi stroke, penyebab stroke, penyebab stroke ringan, penyumbatan pembuluh darah, tentang stroke, terapi stroke
Leave a comment
Gejala Stroke Iskemik
Stroke
adalah kondisi yang terjadi ketika sebagaian sel-sel otak mengalami
kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan atu pecahnya
pembuluh darah di otak. Aliran darah yang berhenti
membuat suplai oksigen dan zat makanan ke otak juga berhenti, sehingga
sebagian otak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Stroke berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik, yang salah satunya paling banyak diderita adalah stroke iskemik.
Stroke Iskemik
Stroke iskemik terjadi pada sel-sel otak yang mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi yang disebabkan penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah (arteriosklerosis).
Hampir sebagian besar penderita stroke mengalami jenis stroke demikian sekitar 83% akibat dari aliran darah ke sebagian atau keseluruh otak menjadi terhenti.
Umumnya gejala awal dari stroke jenis ini sering tidak diketahui oleh penderitanya. Serangan muncul secara tiba-tiba dan langsung menyebabkan penderita tidak sadarkan diri.
Berikut beberapa penjelasan gejala awal serangan stroke iskemik, adalah :
1. Nyeri kepala disertai penurunan kesadaran, bahkan bisa mengalami koma (perdarahan otak).
2. Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan, tungkai atau salah satu sisi tubuh.
3. Mendadak seluruh badan lemas dan terkulai tanpa hilang kesadaran (drop attack) atau disertai hilang kesadaran sejenak (sinkop).
4. Gangguan penglihatan (mata kabur) pada satu atau dua mata
5. Gangguan keseimbangan berupa vertigo dan sempoyongan (ataksia)
6. Rasa baal pada wajah atau anggota badan satu sisi atau dua sisi
7. Kelemahan atau kelumpuhan wajah atau anggota badan satu sisi atau dua sisi
8. Kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara (afasia)
9. Gangguan daya ingat atau memori baru (amnesia)
10. Gangguan orientasi tempat, waktu dan orang
11. Gangguan menelan cairan atau makanan padat (disfagia)
Stroke berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik, yang salah satunya paling banyak diderita adalah stroke iskemik.
Stroke IskemikStroke iskemik terjadi pada sel-sel otak yang mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi yang disebabkan penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah (arteriosklerosis).
Hampir sebagian besar penderita stroke mengalami jenis stroke demikian sekitar 83% akibat dari aliran darah ke sebagian atau keseluruh otak menjadi terhenti.
Umumnya gejala awal dari stroke jenis ini sering tidak diketahui oleh penderitanya. Serangan muncul secara tiba-tiba dan langsung menyebabkan penderita tidak sadarkan diri.
Berikut beberapa penjelasan gejala awal serangan stroke iskemik, adalah :
1. Nyeri kepala disertai penurunan kesadaran, bahkan bisa mengalami koma (perdarahan otak).
2. Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan, tungkai atau salah satu sisi tubuh.
3. Mendadak seluruh badan lemas dan terkulai tanpa hilang kesadaran (drop attack) atau disertai hilang kesadaran sejenak (sinkop).
4. Gangguan penglihatan (mata kabur) pada satu atau dua mata
5. Gangguan keseimbangan berupa vertigo dan sempoyongan (ataksia)
6. Rasa baal pada wajah atau anggota badan satu sisi atau dua sisi
7. Kelemahan atau kelumpuhan wajah atau anggota badan satu sisi atau dua sisi
8. Kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara (afasia)
9. Gangguan daya ingat atau memori baru (amnesia)
10. Gangguan orientasi tempat, waktu dan orang
11. Gangguan menelan cairan atau makanan padat (disfagia)
Gejala Stroke Awal
Gejala dan tanda seseorang terkena stroke sangat beragam dan berbeda-beda antara satu individu dengan individu lainnya.
Perbedaan ini dikarenakan otak manusia sangat kompleks. Setiap daerah
di otak mempunyai fungsi berbeda-beda. Ada yang mengatur gerakan,
pancaindera, perasaan, kognitif dan lain-lain. Gejala dan tanda dari
stroke tergantung pada daerah mana yang mengalmi kerusakan di otak, dan
juga tergantung dari apakah itu karena stroke pendarahan atau karena
stroke iskemik.
Namun secara umum, tanda dan gejala stroke diantaranya :
Namun secara umum, tanda dan gejala stroke diantaranya :
- Munculnya kelemahan mendadak dari satu bagian tubuh, wajah, lengan, tungkai, terutama di satu sisi badan.
- Muncul rasa baal (hilang sensasi) mendadak disatu sisi badan
- Gangguan menelan (disfagia), contohnya bila minum jadi tersedak
- Hilangnya penglihatan sebagian atau menyeluruh secara tiba-tiba
- Tiba-tiba sulit bicara atau menjadi tidak jelas berbicara atau pelo, atau tidak memahami pembicaraan orang lain.
- Timbul nyeri kepala yang amat sangat, yang muncul secara mendadak
- Gangguan kesadaran, pingsan, koma, atau kejang.
- Hilang keseimbangan, terjatuh tiba-tiba, dan tidak mampu mengatur gerakan tubuh
- Muncul gangguan kognitif lain seperti tiba-tiba pikun, tidak dapat berhitung, membaca, ataupun menulis secara tiba-tiba.

Gejala-gejala diatas terutama bila timbul
mendadak, harus segera mendapat pertolongan dari dokter. Semakin cepat
ditangani maka akan semakin baik hasilnya. Gejala-gejala diatas sangat
tergantung dari daerah otak mana yang mengalami gangguan. Sebagai
informasi, secara mudahnya otak kita dibagi menjadi hemisfer, otak
kanan dan otak kiri yang mempunyai peranan dan fungsi masing-masing.
Kedua bagian otak ini dibagi menjadi sisi dominan dan non dominan,
dilihat dari fungsi penggunaan sehari-hari kita bisa menggunakan tangan
untuk bekerja dan menulis. Namun, ada juga orang-orang tertentu dengan
otak dominan kanan dan mengerjakan kegiatan sehari-hari dengan tubuh
sebelah kiri lebih dominan yang biasa kita sebut kidal/ kebot. Bagian
otak kanan mengendalikan sisi tubuh tubuh sebelah kanan, sehingga bila
yang terkena stroke adalah sisi kiri tubuh. Demikian juga sebaliknya,
bila yang terkena stroke adalah sisi kiri dari otak, maka sisi tubuh
yang mengalami kelumpuhan adalah sisi kanan tubuh.
Posted in Gejala Stroke
Tagged apa itu stroke, cara mengobati stroke, gaya hidup sehat, gejala awal stroke, gejala kolesterol, gejala kolesterol tinggi, gejala penyakit stroke, gejala stroke, gejala stroke awal, gejala stroke dan pencegahannya, gejala stroke ringan, gejala-gejala stroke, kelainan hemostatis, penyakit stroke, penyebab stroke, stroke adalah, tanda dan gejala stroke, tentang stroke
Leave a comment
Gejala Stroke Ringan
Dalam beberapa menit saja mengalami stroke,
sel-sel otak mulai mati. Jadi penting sekali untuk mengenali
gejala-gejalanya, agar segera ditangani dan mendapatkan perawatan yang
tepat untuk pemulihan. Stroke ringan mungkin tidak akan menimbulkan
gejala namun tetap dapat merusak jaringan otak.
Tanda-tanda stroke antara lain :
Siapapun
dapat memiliki terserang stroke. Tetapi kemungkinan itu meningkat jika
seseorang memiliki faktor resiko tertentu yang dapat menyebabkan
stroke. Kabar baiknya bahwa sampai 80% stroke sebenarnya dapat di cegah.
Ada dua jenis resiko untuk stroke, yaitu faktor yang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan. Untuk faktor yang bisa dikendalikan umumnya merupakan faktor resiko gaya hidup atau faktor resiko medis. Keduanya dapat dikelola dengan bekerja sama dengan dokter, yang bisa meresepkan obat-obat dan membesikan nasihat tentang bagaimana untuk mengadopsi gaya hidup sehat.
Tanda-tanda stroke antara lain :
- Tiba-tiba mati rasa atau rasa lemah pada lengan, wajah atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh. Gerakan refleks dan atau sensasi hilang seluruhnya atau sebagian. Mungkin ada suatu sensasi kesemutan di daerah yang terkena.
- Mendadak kebingungan atau kesulitan bicara atau memahami. Kadang-kadang kelemahan pada otot-otot wajah dapat menyebabkan keluarnya air liur tanpa terkendali.
- Tiba-tiba kesulitan melihat pada satu atau kedua mata.
- Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
- Mendadak mengalami sakit kepala berat tanpa diketahui penyebabnya.
Siapapun
dapat memiliki terserang stroke. Tetapi kemungkinan itu meningkat jika
seseorang memiliki faktor resiko tertentu yang dapat menyebabkan
stroke. Kabar baiknya bahwa sampai 80% stroke sebenarnya dapat di cegah.Ada dua jenis resiko untuk stroke, yaitu faktor yang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan. Untuk faktor yang bisa dikendalikan umumnya merupakan faktor resiko gaya hidup atau faktor resiko medis. Keduanya dapat dikelola dengan bekerja sama dengan dokter, yang bisa meresepkan obat-obat dan membesikan nasihat tentang bagaimana untuk mengadopsi gaya hidup sehat.







